Waspadai TBC Pada Sapi

sapi

TBC adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar kedua di Indonesia. Gejala yang ditimbulkan antara lain gangguan pernafasan seperti sesak nafas, batuk sampai berdarah, badan tampak kurus kering dan lemah. Penularan penyakit ini sangat cepat karena ditularkan melalui saluran pernafasan.

Mikroba ini dapat menginfeksi manusia, primata dan Kera. Primata dan kera dapat ditulari oleh manusia. Ternak disensitisasi oleh manusia. Pada Babi infeksi terjadi melalui sisa makanan tercemar, gejala terlihat pada limfoglandula di daerah kepala. Ayam jarang terinfeksi. Anjing dan Kucing dapat terinfeksi. Hewan percobaan, Marmut bersifat peka terhadap infeksi M. tuberculosis.

Penyakit kronik pada Sapi ternak dapat tetap berjalan subklinis untuk masa yang lama tetapi akhirnya akan menyebabkan tanda-tanda bronkopneumonia kronik. Kerusakan jaringan paru yang luas menyebabkan kesulitan bernapas yang progresif dan kematian.

Pada anak Sapi dapat timbul pembengkakan kelenjar getah bening retrofaringeal. Sapi perah dapat menunjukkan adanya mastitis ringan dengan indurasi progresif dari kelenjar susunya. Adanya benjolan-benjolan putih (tuberkel) yang terdapat pada paru-paru.

Apabila tuberkel ditemukan pada satu organ saja, organ tersebut dapat dibuang dan lainnya dapat dikonsumsi, sedangkan apabila tuberkel tersebut ditemukan pada sebagian besar organ maka seluruhnya harus dibakar dan ditimbun

Pencegahan infeksi ke manusia oleh M. Bovis dapat dilakukan dengan pasteurisasi susu, vaksinasi dengan BCG dan dapat dilakukan pengendalian serta eradikasi tuberculosis pada Sapi. Tindakan eradikasi biasanya berupa uji tuberculin secara berulang sampai kasus tuberculosis di Sapi tidak ditemukan dan memisahkan reaktor dari kawanannya.

Program ini ternyata berhasil di negara maju karena dukungan dan yang kuat sedangkan di negara berkembang hal ini menjadi kendala terutama dalam penyediaan dana untuk ganti rugi. Selain hal tersebut hal terpenting yang dapat dilakukan adalah perlunya pendidikan kesehatan.

Obat yang paling ampuh dalam pengobatan tuberculosis adalah isoniazid. Obat ini digunakan bersama para-aminosalisilat atau ethambutol dan kadangkala bersama dengan streptomycin merupakan ‘triple therapy’. Pengobatan dapat diberikan selam 3 tahun, namun untuk streptomycin pengobatan dilakukan untuk beberapa bulan saja.

Facebook Comments