Tips Agar Cepat Sembuh Dari Penyakit TBC

Tips Agar Cepat Sembuh Dari Penyakit TBC – Pekerjaan berat diemban Dinas Kesehatan buat memberantas penyakit Tubercolosis di Gunungkidul. Pasalnya selain terus melaksanakan pendataan pada masyarakat yg positif terjangkit, serta mesti terus melaksanakan sosialisasi ancaman penyularan penyakit dengan batuk menahun ini.

Tips Agar Cepat Sembuh Dari Penyakit TBC

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul Sumitro mengemukakan, sampai sekarang pihaknya kesusahan buat mendata jumlah pasti pengidap penyakit TBC. Pasalnya buat mengatahui jumlah tentu mesti dilakukan survei dengan cara khusus.

Tetapi, aspek itu tak sanggup dilakukan dikarenakan keterbatasan dana yg dipunyai. Buat potensi penduduk yg positif terjangkit, buat waktu ini tetap memanfaatkan survei kesehatan dasar DIY tahun 2013, di mana dari 100.000 jiwa ada 74 orang yg mengidap TBC.

“Patokan kami data itu, untuk pastinya kami akan terus melakukan penyisiran terhadap warga pengidap,” ucap Sumitro pada saat kegiatan Peringatan Hari TBC sedunia di halaman kantor Dinkes Gunungkidul, Sabtu (2/4/2016).

Baca juga : Penyakit TBC Mudah Menyerang Penderita HIV

Data dari dinkes sampai akhir Maret ini, telah ada 398 penduduk yg positif mengidap TBC. Faktor itu bisa diketahui dari jumlah masyarakat yg berobat di semua layanan puskesmas yg ada di Gunungkidul.

Menurut Sumitro, pekerjaan berat mesti diemban oleh dinkses. Selain mesti melaksanakan penyisiran pada penduduk yg berpotensi terjangkit, serta mesti melaksanakan upaya sosialisasi buat pencegahan.

“Mungkin yang sudah positif bisa langsung ditangani dengan pengobatan yang rutin, tapi yang belum terlihat bisa jadi sumber masalah. Sebab, dari satu orang pengidap, setiap tahunnya bisa menularkan penyakit ini ke sepuluh orang yang ada di sekitarnya,” katanya.

Ia menuturkan, penyakit TBC itu dapat disembuhkan. Cuma saja, prosesnya tak gampang sebab perlu kesabaran dan teratur meminum obat. Bahkan agar upaya pengobatan sanggup berlangsung baik, si penderita bakal diawasi oleh Pendamping Minum Obat (PMO), yg rata-rata dilakukan oleh orang terdekat dari penderita.

“Kalau penyakitnya yang masih di tahap awal, dengan rutin berobat selama enam bulan bisa sembuh. Tapi yang sudah kronis dan kebal obat maka butuh waktu dua tahun untuk bisa sembuh,” ucapnya.

Sumitro serta menginginkan, bagi masyarakat yg sudah mengidap buat teratur memeriksakan diri dan minum obat. Menurut ia, tak ada alasan buat berhenti, lantaran seluruh layanan tersebut diberikan dengan cara gratis. “Yang paling penting harus sabar dan telaten, karena penyakit ini tetap bisa disembuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pemberantasan TBC Indonesia (PPTI) Gunungkidul Eko Subiantoro menyampaikan, yg paling penting buat pencegahan dari penyakit ini teramat bergantung dari kesadaran penduduk. Baik itu petugas kesehatan atau relawan PPTI cuma dapat membantu, tetapi kesemuanya dibalikan lagi ke masing-masing individu.

“Tugas kami hanya membantu untuk mencari warga yang berpotensi terjangkit, dan dinkes bertugas untuk memberikan pelayanan. Sedang untuk upaya penyembuhan sema tergantung dari niat para penderita,” tutur Eko.

Ia memaparkan, adanya gerakan menuju Indonesia bebas TBC mesti dijadikan momen buat bersama-sama memerangi penyakit ini. “Slogannya adalah TOS dari kepanjangan Temukan, Obati dan Sembuh. Untuk itu mari bersama-sama mencegah penyebaran penyakit ini secara bersama-sama,” pungkasnya.

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *