TBC Kelenjar

Jika mendengar kata penyakit TBC, yang ada dalam pikiran pasti tertuju pada penyakit paru-paru. Tetapi tahukah anda bahwa penyakit TBC juga dapat menyerang organ lain selain paru-paru ? Ternyata TBC juga dapat menyerang kelenjar, tulang, usus, ginjal, hati, bahkan kulit sekalipun. Namun untuk kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Penyakit TBC Kelenjar.

Pengertian TBC Kelenjar

tbc kelenjarTBC Kelenjar adalah penyakit menular dan mematikan yang disebabkan oleh virus Mycobacterium Tuberculosis pada kelenjar, terutama kelenjar getah bening. Banyak kasus pasien yang terkena TBC kelenjar yakni di bagian kelenjar getah bening pada leher, namun tidak sedikit pula yang menyerang kelenjar getah bening pada bagian ketiak, sela paha bahkan perut.

Gejala TBC Kelenjar

  1. Demam berkepanjangan
  2. Batuk lama dan berdahak
  3. Nafsu makan menurun
  4. Berat badan turun drastis
  5. Berkeringat di malam hari
  6. Terjadi pembesaran pada kelenjar getah bening yang berjajar dan berkelompok , tampak seperti tasbeh di sekitar leher pada bagian telinga bawah sampai bawah rahang kiri atau kanan.
  7. Jika benjolannya pecah, akan mengeluarkan nanah kuning atau kehijauan.

Apabila mengalami gejala-gejala seperti diatas, segera periksakan pada dokter, puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk dilakukan penanganan medis.

Penanganan TBC Kelenjar

stop tbSebelum di beri pengobatan, biasanya pasien harus diambil foto roentgen, tes darah, biopsi dan tes dahak. Foto roentgen bertujuan untuk melihat paru-paru dan mendiagnosis apakah ada sangkut pautannya dengan paru-paru atau tidak, karena TBC umumnya menyerang paru-paru. Tes biopsi yaitu tes pada kelenjar yang bengkak tersebut dengan cara disuntik sedikitnya 2 kali suntikan, ini bertujuan untuk melihat apakah TBC kelenjar ini positif atau tidak. Tes dahak bertujuan untuk melihat BTA pada dahak, ini bertujuan untuk melihat negatif atau positif, jika negatif maka bakteri pada penderita tidak menular.

Jika semua tes telah dijalani dan terbukti positif menderita TBC Kelenjar, maka pemberian obat dapat dilakukan. Pengobatan untuk TBC kelenjar juga tidak jauh berbeda dengan pengobatan TBC paru. Obat yang diberikan adalah OAT (Obat Anti TBC). Minimal untuk pengobatannya adalah 6 bulan dengan dosis konsumsinya sesuai berat badan penderita. Konsumsi OAT ini harus disiplin, tidak boleh tertinggal satu kali pun dan waktu atau jam konsumsinya juga harus sama. Jika tertinggal satu kali saja maka harus di ulang lagi dari awal.

Untuk pengobatan 2 bulan pertama di beri obat yang berwarna merah dan berukuran besar sebesar kacang merah. Biasanya di minum sekaligus 3 kaplet dalam sehari.

OAT merah

Untuk bulan ke 3 sampai terakhir, di beri obat yang berwarna kuning dan ukurannya lebih kecil. Jika BTA nya negatif, maka hanya di konsumsi 3 kali dalam seminggu dan diselang-selang, misalkan senin, rabu dan sabtu dengan dosis konsumsinya 3 kaplet setiap kali di minum. Jika BTA nya postif, maka harus diminum tiap hari dengan sekali minum juga tetap sama yakni 3 kaplet.

OAT kuning

Pengobatan TBC ini tidak bersifat menghilangkan bakteri, karena bakteri ini bersifat dormant yang suatu saat akan bangun lagi dan mulai tumbuh kembali jika pola hidup kita masih tetap tidak sehat dan tidak bisa menjaga kesehatan tubuh.

HATI-HATI !! PENYAKIT TBC DAPAT MENYEBABKAN KEMATIAN.

Facebook Comments

Comment (1)

  1. Pingback: Ciri Ciri TBC Kelenjar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *