Pria Ini Bantai 1000 Ekor Anjing

bantai anjing

Danila Kislitsyn, pria berusia 31 tahun asal Rusia, menghabiskan hari-harinya dengan berkeliling kota Vladivostok untuk membantai anjing. Pria ini berpendapat bahwa anjing-anjing tersebut bisa menyebabkan penyakit dan berbahaya untuk kesehatan, hingga harus dibunuh.

Danila sendiri diketahui terkena TBC atau Tuberkulosis beberapa tahun lalu. Pria ini mengklaim bahwa anjing adalah penyebab dia terkena TBC dan yang menjadi penyebab TBC menular pada manusia. Inilah yang mendasari aksinya untuk membantai banyak anjing di sekitar kotanya.

Metode yang digunakan Danila untuk membunuh anjing adalah menggunakan sosis beracun yang akan dia berikan pada anjing-anjing liar. Selain itu, dia juga memasang jebakan yang bisa membunuh anjing tersebut. Meski seringkali sosis beracunnya diberikan pada anjing liar, namun ada anjing peliharaan yang juga menjadi korban.

Danila ditangkap oleh pihak berwajib setelah aktivis pecinta binatang melaporkan aksinya. Namun saat ditangkap Danila mengaku bahwa memusnahkan anjing adalah kewajibannya karena anjing tersebut bisa menyebabkan wabah dan berbahaya untuk kesehatan orang lain. Meski alasannya terdengar gila, namun tes kejiwaan menunjukkan bahwa Danila sepenuhnya waras.

Aksinya ini tentu saja memancing murka para aktivis penyayang binatang. Mereka sebelumnya telah mengumpulkan barang bukti berupa sosis beracun untuk kemudian melaporkan Danila ke pihak berwajib.

“Dia bertanggung jawab atas pembunuhan anjing besar-besaran di lingkungan ini. Kami melihat lusinan tubuh anjing yang mati di jalanan setiap harinya,” ungkap aktivis Sarah Pirogova.

Tak hanya memberikan racun dalam sosis yang digunakan untuk membunuh anjing, sosis itu juga dimasuki tablet atau obat agar anjing tak bisa memuntahkan makanan yang beracun. Tindakan Danila ini tentu saja kejam, namun dia hanya dikenakan denda dan hukuman yang dinilai ringan oleh para aktivis.

“Kami sangat kecewa dengan hukuman yang didapatnya. Semoga dia tak mampu membayar dendam dan berhenti membunuhi anjing,” pungkas Pirogova. [sumber : merdeka.com]

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *