Penyakit TBC Masih Dianggap Aib Bagi Sebagian Orang

Penyakit TBC Masih Dianggap Aib Bagi Sebagian Orang

Obat TBC Kelenjar – Tuberculosis atau TBC tetap dianggap sebagai aib, terutama oleh penduduk kampung atau pedesaan. Itu sebabnya tidak sedikit penderita TBC yg menyembunyikan penyakitnya.

“Padahal TBC bukanlah penyakit yang membawa aib. Sebab siapapun bisa terkena TBC baik mereka yang miskin maupun kaya, yang terdidik maupun mereka yang tidak sekolah,” ucap President Rotary Club Jakarta Teezar Firmansyah di sela kegiatan Medical Fair Project 1000 yang berlangsung di Kampong Betawi, Petukangan Utara, Jaksel kemarin.

Baca juga : Suara Serak Banyak Penyebabnya

Adanya anggapan penyakit TBC sbg aib menurut Teezar pasti menyulitkan upaya pemberantasan & penanganan penyakit tersebut. Itu sebabnya, perihal terpenting yg mesti dilakukan kini merupakan mengubah cara pandang warga kepada TBC. Stigma tidak baik yg dilekatkan kepada para penderita TBC mesti diakhiri.

Fitri, seorang aktivis TBC mengatakan kepada sebagian orang kampung memilih buat menderita sakit daripada berobat ke dokter. “Nanti setelah mereka muntah darah sampai sebaskom, mereka baru cari saya untuk minta pertolongan,” tuturnya.

Membunuh 1,5 Juta Manusia

Data WHO menunjukkan bahwa TBC membunuh 1,5 juta manusia di thn 2014. Bukti ini menjadikan TBC juga sebagai penyebab kematian yg lebih banyak daripada HIV/AIDS (1,2 juta kematian). Penemuan ini tak mengagetkan sebab lebih banyak dana yg disalurkan buat pengobatan HIV/AIDS daripada buat TBC di dekade terakhir ini.

Indonesia sendiri yakni negara denga kasus TBC No. 4 terbanyak di dunia. WHO memperkirakan bahwa di Indonesia tiap-tiap tahunnya terjadi 563.000 kasus buat seluruh tipe TBC & 282.000 kasus baru.

Sejak th 1995 pemerintah sudah jalankan pemberantasan penyakit TBC dgn laksanakan taktik yg direkomendasikan oleh WHO dgn harapan bakal memberikan angka penemuan & kesembuhan yg tinggi buat menurunkan angka kesakitan & angka kematian akibat penyakit TBC.

Walau begitu, pada prakteknya, pasien bersama penyakit TBC amat sering tak terobati karena sedikitnya wawasan tentang penyakit tersebut, rasa malu, atau segan berobat.

Facebook Comments