Pentingnya Strategi Anti Rokok Bagi Penderita TBC

Pentingnya Strategi Anti Rokok Bagi Penderita TBC. Penelitian baru menyerukan aksi mendesak untuk mengintegrasikan strategi anti-merokok dalam aksi perawatan pasien TBC dan HIV.

anti rokok

Serikat Internasional Melawan Penyakit TBC dan Paru-paru mengeluarkan laporan baru-baru ini yg menyebut perokok pasif mesti ditangani dalam pengobatan pasien yg menderita TBC dan HIV. Penelitian tersebut menemukan penyebab kegagalan dalam program TBC dan HIV : merokok dan paparan pada perokok pasif dapat memperparah penyakit ini.

Selama beberapa tahun, Serikat dan organisasi lain mencoba untuk menyebarkan pesan bahwa perawatan TBC dan HIV mesti sejak mulai menyertakan strategi anti-merokok. Banyak orang yg merokok yg hasilnya menderita TBC, dan pengobatannya menjadi kurang efektif. Kami tahu bahwa masih banyak perokok di antara penderita TBC dan HIV, dan kita tahu bahwa pengobatan terapi anti-retro-viral kurang efektif apabila penderitanya merokok.

Tidak merokok penting karena pengobatan TBC dan HIV tidak akan manjur kecuali menggabungkan langkah-langkah pencegahan yang akan memungkinkan pasien mempunyai kualitas hidup yang baik. Penelitian ini mendeskripsikan langkah-langkah praktis, murah dan efektif yang diidentifikasi oleh WHO. Jackson-Morris menekankan bahwa langkah-langkah ini harus diterapkan segera pada program-program pengobatan.

Langkah-langkah ini termasuk memonitor apakah pasien yang ditangani merokok atau mantan perokok jadi kita bisa melakukan tindakan lanjutan dan para petugas medis bisa memberikan layanan yang tepat. Strategi yang paling penting adalah mengidentifikasi perokok dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhenti merokok.

Penting juga untuk menawarkan pada mereka pusat kesehatan bebas rokok yang dilayani oleh staf yang tidak merokok. Kalau petugas medis melakukan kunjungan perawatan ke rumah, mereka berkesempatan mengajak keluarga dan teman pasien untuk berhenti merokok di sekitar pasien.

Dan menjelaskan pada mereka bahwa orang yang mereka sayangi, anggota keluarga mereka, tidak akan sembuh dari TBC dan terapi anti-retroviral tidak akan berhasil bila masih ada orang yang merokok di sekitarnya. Pasti dari pengalaman bahwa saran dari petugas medis bisa jadi cara yang paling efektif untuk membuat orang berhenti merokok. Saran tersebut harus diulang berkali-kali, tambahnya lagi.

Manajer pusat perawatan kesehatan juga harus menghindari tekanan dari perwakilan industri tembakau untuk menerima sponsor dari produk mereka. Dengan cara itu, orang-orang tidak terpapar pada iklan rokok ketika mengunjungi klinik setempat.

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *