Payudara Juga Bisa TBC

tbc payudara

Payudara adalah salah satu organ tubuh penting yang dimiliki oleh tiap wanita, dan selalu menjadi daya tarik bagi lawan jenisnya. Namun, seiring berjalannya waktu, terkadang organ penting tersebut memiliki berbagai macam kelainan. Ada berbagai macam kelainan bawaan pada payudara, seperti: payudara yang tidak terbentuk, payudara tetap berukuran kecil walaupun setelah melewati masa pubertas, payudara yang tumbuh secara berlebihan, payudara yang berukuran tidak sama (asimetris), hingga payudara yang berlokasi tidak pada dinding dada melainkan di daerah ketiak.

Payudara juga bisa TBC, umumnya TBC dikenal hanya menyerang paru, kulit dan tulang dan kelenjar saja. Di Indonesia, TBC Payudara masih dapat ditemukan. TBC payudara merupakan salah satu jenis penyakit radang pada payudara. Yang paling sering dialami wanita adalah payudara yang berbenjol-benjol yakni kista–kista kecil disertai rasa nyeri menjelang menstruasi. Kelainan ini cukup banyak diderita wanita. Dapat terjadi kista karena pada saat menstruasi, payudara akan menampung air, dan setelah selesai menstruasi payudara akan kembali normal. Namun pada beberapa orang penyerapannya tidak baik, sehingga cairan tersebut akan tersisa di kantung-kantung payudara selama menstruasi bulan-bulan berikut.

Terkadang ada wanita yang mengalami puting berdarah. Kelainan tersebut diakibatkan oleh infeksi pada saluran puting pada saat terisap atau terpijat. Darah yang dihasilkan akan berwarna merah tua kecokelatan. Namun, patut diwaspadai apabila darah segar yang keluar dari puting, karena dapat diduga kanker payudara. Kanker payudara dapat diakibatkan dari puting susu yang gatal berkepanjangan. Apabila tidak segera ditangani, maka akan berakibat keropos ataupun hilangnya puting susu.

Dewasa ini, kanker payudara menjadi urutan teratas dalam penyakit kanker pada wanita, setelah sebelumnya adalah kanker ovarium. Kanker payudara kini memiliki angka kematian paling tinggi dalam dunia kedokteran, terutama di Benua Eropa dan Amerika. Banyak faktor yang dapat memicu kanker payudara seperti gaya hidup (lifestyle), hingga mengkonsumsi banyak makanan berlemak hewani. Di Amerika, umumnya penderita kanker payudara terdeteksi pada stadium awal.

Berbeda dengan pasien di Indonesia, biasanya mereka sudah dalam tahap stadium lanjut. Awalnya penderita ditandai dengan adanya benjolan di suatu tempat di daerah payudara dan cenderung tidak menyakitkan, serta berbentuk tidak bulat dan semakin membesar. Patut diwaspadai pula, kanker payudara pada pria. Namun, kanker payudara pada pria sangat jarang terjadi, karena selain pria memiliki payudara yang berukuran kecil, pria tidak memiliki hormon estrogen yang dianggap sebagai pemicu kanker payudara.

Sebagai pencegahan kanker payudara seperti periksa payudara sendiri (sadari) satu minggu setelah menstruasi tiap bulannya, periksa payudara tiap satu tahun sekali ke dokter dan berkonsultasi. Patut diperhatikan pula riwayat kanker payudara pada keluarga. Misalnya, sebelum berusia 50 tahun, ibu pernah terkena kanker payudara, maka anak perempuan wajib berhati-hati. Karena, hingga saat ini satu-satunya tumor yang dapat dibuktikan adanya faktor turunan adalah kanker payudara, dan dapat dibuktikan hingga ke tingkat gen.

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *