Bakteri TB Dapat Bersarang Di Tulang

Bakteri TB Dapat Bersarang Di Tulang

OBAT TBC – Tuberculosis alias TB ternyata terkecuali berjalan di system pernapasan saja seperti terhadap biasanya. Lantaran, TB juga sanggup dialami bidang badan lain ialah tulang.

dr Andri Primadhi SpOT dari RS Hasan Sadikin Bandung mengemukakan TB bisa juga menyangkut tulang, terkecuali tulang-tulang panjang namun pula tulang belakang. Kuman penyebabnya sama bersama TB paru. Lantas, kenapa TB pun akan bersarang di tulang?

“Karena mengikuti aliran darah dari fokus infeksi utamanya yaitu paru. Apalagi pada orang yang daya tahan tubuhnya berkurang, membuatnya lebih mudah untuk menyebar dan berkembang di tulang,” tutur dr Andri.

Lebih lanjut, dr Andri mengungkapkan gejala awal dari TB tulang rata-rata nyeri. Seandainya berkenaan tulang belakang, pasien bakal merasa nyeri apabila membungkuk. Umpamanya saja terhadap anak mungil, seandainya membawa barang di lantai tak ingin membungkuk melainkan beliau dapat berjongkok. Seandainya keadaan ini dibiarkan, mampu timbul pengumpulan abses atau nanah yg mampu meluas hingga menembus kulit.

“Apabila terjadi di tulang belakang, abses dapat menekan saraf tulang belakang sehingga menimbulkan gangguan mulai dari yang ringan sampai yang berat menyebabkan lumpuh,” tambah dr Andri.

Nah, buat pengobatan, terhadap dasarnya penatalaksanaan pasien dikatakan dr Andri sama bersama TB paru, dimana pasien mesti meminum obat tiap-tiap hri dalam jangka disaat lama. Tetapi, biasanya TB tulang memerlukan dikala pengobatan yg lebih lama di bandingkan TB paru.

Gejala lokal seperti pengumpulan abses, destruksi tulang belakang, atau penekanan saraf, sanggup aja membutuhkan penanganan operasi. Dulu, orang seperti apa yg rentan terkena TB tulang?

“TB tulang rentan terjadi pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah, gizi kurang, dan akibat penyakit kronis yang melemahkan daya tahan tubuh,” ucap dr Andri.

“Kalau TB tukang tidak ditangani, dapat merusak struktur jaringan lokalnya, misalnya destruksi tulang, fraktur patologis, atau penekanan jaringan lain di sekitarnya seperti saraf, otot, dan pembuluh darah,” jelas dr Andri.

Facebook Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *